Langsung ke konten utama

Obsessive Compulsive Disorder?


Apa itu Obsessive Compulsive Disorder?
Apa Penyebab Obsessive Compulsive Disorder?
Bagaimana Cara Menangani Obsessive Compulsive Disorder?

Pernahkah kamu melihat atau kamu sendiri yang melakukan pekerjaan secara berulang-ulang tanpa alasan yang jelas? misalnya, mencuci tangan berulang-ulang, membuka dan menutup pintu/jendela secara berulang-ulang, bolak balik kekamar mandi tanpa alasan, mengikat tali sepatu bahkan dalam hal sekecil apapun? perlu dicurigai bahwa orang tsb mempunyai gangguan psikologis atau OCD/Obsessive Compulsive Disorder.


Apa itu Obsessive Compulsive Disorder?

Obsesi adalah dorongan, ide-ide yang tidak diinginkan sedangkan kompulsif adalah sesuatu yang dilakukan berulang baik yang terlihat atau secara mental/pikiran. Pada orang yang mempunyai gangguan OCD mereka menyadari bahwa perbuatan yang mereka lakukan tidak normal dan mereka sulit menjelaskan mengapa mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan secara berulang kali. Apa yang mereka lakukan sebenarnya bukan dari keinginan mereka, muncul berupa paksaan entah darimana datangnya, dan dengan cara mengulangi perbuatannya akan mengurangi kecemasan mereka. Penderita OCD cenderung memiliki kecemasan yang lebih tinggi daripada orang normal.

Apa Penyebab Obsessive Compulsive Disorder?
1. Aspek Biologis
Gangguan neurotransmitterPakar menyebutkan penyebab gangguan OCD bisa dikarenakan kurangnya hormon serotonin diotak namun hal ini masi belum jelas. 
Serotonin : Hormon yang membuat rasa senang
GenetikKembar monozigotik memiliki resiko lebih tinggi mengalami COD dari pada kembar dizigotik

2. Faktor Psikologis
Obsesi (stimulasi yang dibiasakan). Stimulasi yang terjadi awalnya netral. Faktor Prilaku ini terjadi ketika stimulasi kecemasan muncul saat yang tidak diinginkan karena adanya ancaman dan terjadi secara menerus dan akhirnya menjadi pembiasaan. Kompulsif (perbuatan berulang) terjadi untuk menurunkan kecemasan.

3. Faktor Psikososial

Permaslahan pada psikososial sangat mencolok pada penderita OCD. Mengisolasi diri, terlalu berlebihan terhadap sesuatu, rasa cinta dan kebencian, tindakan spiritual yang berlebihan. Semua itu akan berdampak kepada ancaman dan kecemasan.

Bagaimana Cara Menangani Obsessive Compulsive Disorder?
1. Farmakoterapi
Pada penderita OCD biasanya diberikan obat penenangan/antidepresan sesuai indikasi yang diberikan. Obat Anti-obsesif kompulsif trisiklik, Obat Anti-obsesif kompulsif SSRI (Serotonin Reuptake Inhibitors)

2. Melatih relaksasi diri.
Mungkin hal ini sulit tapi cobalah untuk melakukannya ketika perilaku obsesif muncul, pejamkan mata lalu mengosongkan pikiran sampai pikiran obsesif mulai menghilang.

3. Mencoba melawan prilaku kompulsif
Obsesif dapat muncul kapan saja tanpa melihat kondisi. Melawan kompulsif perlu untuk membiasakan diri, banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan imajinasi (memikirkan sesuatu yang disukai, memikirkan warna-warna, berada ditempat yang indah dll). dengan perkataan (aku bisa, ini tidak benar dll). dengan perbuatan/pengalihan (melakukan suatu pengalihan misalnya memukul bantal dll).

4. Jangan biarkan Obsesif menguasai
Jangan biarkan perilaku Obsesif menguasai dan diberi ruang/celah untuk timbul. Sebelum itu terjadi coba fokus kepada apa yang akan dilakukan. Memang ini tidak mudah !

5. Mencoba terbuka dengan permasalan
Kebanyakan penderita OCD akan menutup diri dari permasalahan yang dialaminya. Cobalah terbuka mungkin kepada keluarga atau salah satu teman yang dapat dipercaya untuk menceritakan permasalahan, dengan menceritakan permasalahan kepada yang lain kita akan lebih relax dan mendapat dukungan bahwa kita dapat terlepas dari sikap Obsesif.

6. Perbanyak wawasan.
Sikap kompulsif bisa terjadi karena kurangnya wawasan misalnya dalam spiritual, carilah pengetahuan yang berkaitan kebenarannya yang dapat melawan sikap obsesif.

7. Perdalam keyakinan.
Coba pikirkan apakah tuhan menyukai perbuatan yang kamu lakukan?, apakah dia akan menilai perbuatan yang kamu lakukan?, bukankan dia maha pengasih?.


Permasalahan pada penderita Obsessive Compulsive Disorder mungkin berbeda-beda, tidak mudah untuk meyakinkan atau melepaskan diri dari rasa ancaman dan kecamasan sikap kompulsif, tapi apabila terus berusaha dengan izinnya semua tidak ada yang tidak mungkin ^^.


Referensi :
Saeful Ambari  S.Ked - REFERAT PSIKIATRI Gangguan Obsesif Kompulsif(Obsessive Compulsive Disorder) diakses https://www.scribd.com/doc/205350822/Gangguan-obsesif-kompulsif-docx

Banyak dibaca

Tau Gak? Komposisinya Cairan dan Elektrolit ?

Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan fisiologis tubuh dalam mempertahankan keadaan hemoestatis.
Hemoestatis adalah semua yang mengenai fungsi tubuh dalam kondisi normal.Cairan tubuh adalah cairan yang komposisinya terdiri dari air (pelarut) dan zat zat tertentu (zat terlarut), sedangkan Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel2 bermuatan listrik (ion) jika berada dalam larutan.


Garam yang terurai menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan, menjadi ion/elektrolit. Kation adalah ion bermuatan positif sedang Anion ion yang bermuatan negatif.  Dalam mempertahankan keseimbangan dan hemoestatis tubuh melibatkan komposisi cairan dan elektrolit sebagai perpindahan cairan tubuh. lalu? apa aja komposisi dalam cairan dan elektrolit tubuh?
CAIRAN TUBUH DIBAGI MENJADI 2 KELOMPOK BESAR YAITU :
- Intraseluler (didalam sel) - Ekstraseluler (diluar sel) terdiri dari 3 bagian yaitu (cairan intavaskuler/plasma, cairan interstitial dan transeluler)



Cairan Intravaskuler (plasma) adalah cair…

Homeostatis? Homeodinamis?

Homeostatis - Homeodinamis. Ya, sekilas hampir mirip namun tak sama. Keduanya bagai pasangan yang tak terpisahkan ! ehhk

Tidak disadari regulasi yang berputar dalam kita terjadi terus menerus tanpa berhenti atau beristirahat, jantung berdenyut sesuai tugasnya, aliran darah mengalir berputar memberikan semua yang diperlukan oleh tubuh kita. Begitu pula dengan ruang lingkup keseharian dengan lingkungan, bekerja, berkomunikasi, berjalan, merasa lelah, sakit, sehat. Semuanya terulang dan berulang.

Begitulah hidup, yang penting disyukuri, hehe.. !
HOMEOSTATIS? Homeo "sama", Statis "berdiri" > Homeostatis - keseimbangan > pengaturan fisiologis tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam berbagai kondisi yang dialami.
homeostatis terjadi melalui 4 cara. Peraturan diri (self regulation) - Pengaturan fungsi organ tubuh pada orang sehat => terjadi otomatisKompensasi - Pada saat tubuh mengalami ancaman maka sebagai kompensasi pupil akan mengecil untuk meningkatkan persep…
Copyright Nersyncron | Powered by Blogger